Lowongan Kerja Haji & Umroh 2015
Posted by Unknown
Bagi rekan-rekan yang lagi mencari pekerjaan mudah-mudahan ini yang anda cari, ayo kirimkan CV dan surat lamaran anda siapa tau anda bagian dari team yang kami butuhkan.
Posted by Unknown
Posted by Unknown
Kuota haji kepada Kerajaan Arab Saudi. Kuota haji yang pada 2009 berjumlah 207 ribu jamaah diharapkan dapat meningkat menjadi 235 ribu sesuai dengan pertambahan penduduk Indonesia. Sumber : Republika
Pada tahun ini Indonesia sebenarnya sudah mendapat tambahan kuota menjadi sekitar 211 ribu. ''Namun belum sesuai dengan pertambahan penduduk Indonesia berdasarkan Sensus Penduduk 2010 yang diperkirakan mencapai 235 juta jiwa,'' kata Suryadharma Ali ketika menyampaikan sambutan pada MoU antara Kementerian Agama dan LIPIA dan WAMI, dua lembaga pendidikan Islam yang berbasis di Saudi Arabia untuk memajukan ilmu pengetahuan, di Jakarta, Selasa (8/6).
Menag menjelaskan, Indonesia sangat mengharapkan penambahan kuota haji tersebut karena di sejumlah daerah dijumpai daftar tunggu calon haji begitu banyak dan bahkan harus mengantri dalam waktu cukup lama. ''Ada yang baru bisa diberangkatkan 10 tahun mendatang, jika dilihat dari daftar tunggu yang ada,'' ujarnya.
Dukungan Dubes Arab Saudi di Jakarta, Abdurrahman Alkhayat, sangat diharapkan Menag. Untuk itu, Menag ingin sebelum Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan umroh pada Juli mendatang, permintaan tambahan kuota ini sudah direspon. Presiden pada saat umroh nanti diharapkan akan bertemu dengan Raja Arab Saudi, Abdullah, untuk membahas masalah ini.
Posted by Unknown
MINA–Tempat melontar jumrah di Mina yang dikenal dengan Jamarat saat ini dibangun amat sangat megah. Dilihat dari jauh tampak seperti bendungan raksasa yang dihiasi kilauan sinar lampu yang terang benderang. Kalau dilihat dari jarak dekat, Jamarat mirip kapal pesiar yang mampu menampung ratusan ribu orag dalam satu waktu. Dengan membuat Jamarat bertingkat lima dengan areal melontar yang semakin luas, ditambah dengan penggantian tugu Jamarat menjadi tembok, peluang terjadinya peristiwa desak-desakan saat lontar jumrah dapat dihindarkan.
Di antara areal bangunan Jamarat yang megah, terdapat masjid kecil yang jelek dan kuno di belakang Jumrah Aqabah. Jaraknya tak lebih dari 50 meter dari seluruh bangunan Jamarat yang megah itu, terdapat masjid kuno. Masjidnya dicat warna krem, tidak beratap, berukuran sekitar 7 X 10 meter , tapi tidak ada jemaah di dalamnya. Bagaimana mungkin ada jemaah, pagar besi yang mengelilinginya selalu dikunci siang malam. Lagi pula tak ada tempat berwudhu dan toilet sebagaimana lazimnya masjid. Meski demikian, pengunjung bisa melihat isi dalamnya masjid. Sebab, pintu dari sayap kanan tak berpintu.
Inilah Masjid Baiat, masjid yang dibangun oleh Dinasti Abbasiah untuk menghormati Abbas bin Abdul Muthalib. Abbas adalah paman Rasulullah saw, yang anak keturunannya kemudian membangun Dinasti Abbasiah. Sebagian orang menganggap bahwa masjid ini dibangun oleh jin saat mereka melakukan baiat kepada Rasulullah. Namun anggapan ini tidak bisa dipertanggungjawabkan, karena Masjid Jin memang ada di Kota Mekah sebagai penanda terjadinya baiat para jin yang beriman kepada Rasulullah.
Masjid ini konon sempat terkubur tanah. Namun dalam proses pembangunan besar-besaran Jamarat, budozer yang melakukan pengerukan tanah terantuk batu yang sangat keras. Setelah diteliti, ternyata batu keras tersebut merupakan masjid. Maka, masjid itu dibiarkan seperti apa adanya. Meski demikian, masjid ini tidak difungsikan sebagaimana masjid pada umumnya, hanya sebagai tempat berziarah.
Mezki demikian, bentuk masjid dipelihara. Misalnya tempat imam salat diberi sajadah. Demikian pula dua saf di belakang imam. Semua sajadah dibiarkan kotor dan berdebu, karena memang tidak digunakan. Di tempat imam juga terdapat tempat menaruk microphone sehingga terkesan masjid ini aktif digunakan. Di beberapa sudut terdapat tempat Alquran.
Karena masjid terbuka tanpa atap, maka dalamnya masjid tak ubahnya pelataran. Tak ada tegel yang bagus apalagi marmer sebagaimana Masjidilharam. Tapi inilah peninggalan sejarah yang dihargai pemerintah Arab Saudi. Padahal, biasanya kerajaan ini biasanya membangun sesuatu secara fungsional, meskipun harus mengabaikan nilai sejarah yang sangat besar. Meski demikian, kali ini, Masjid Baiat dibiarkan apa adanya. Itulah sebabnya, di luar musim haji, masyarakat Arab juga suka mengunjungi masjid ini.
Menghormati Abbas
Masjid Baiat dibangun oleh Dinasti Abbasiah untuk menghormati Abbas bin Abdul Muthalib. Masjid ini dibangun sebagai penghormatan atas terjadinya Baiat Aqabah, karena di tempat inilah kaum Yatsrib (masyarakat Madinah) melakukan baiat kepada Rasulullah untuk taat dan tidak melakukan syirik. Ketika itu, Rasulullah saw. ditemani pamannya Abbas bin Abdul Muthalib yang belum beriman. Meski demikian, ia sangat memperhatikan kepada keponakannya dan sangat menjaga keselamatannya.
Wikipedia menjelaskan, baiat di Aqabah terjadi dua kali. Baiat Aqabah pertama yang terjadi tahun 621 M, yaitu perjanjian antara Rasulullah dengan 12 orang dari Yatsrib yang kemudian mereka memeluk Islam. Baiat Aqabah ini terjadi pada tahun kedua belas kenabiannya. Kemudian mereka berbaiat (bersumpah setia) kepada Muhammad. Adapun isi baiat itu, penduduk Yatsrib tidak akan menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun; Mereka akan melaksanakan apa yang Allah perintahkan; Dan ketiga, mereka akan meninggalkan larangan Allah .
Setahun kemudian, tahun 622 M, Rasulullah kembali melakukan baiat di Aqabah. Kali ini perjanjian dilakukan Rasulullah terhadap 73 orang pria dan 2 orang wanita dari Yatsrib. Wanita itu adalah Nusaibah bintu Ka`ab dan Asma` bintu `Amr bin `Adiy. Perjanjian ini terjadi pada tahun ketiga belas kenabian. Mush�ab bin �Umair yang ikut berbaiat pada Baiat Aqabah pertama kembali ikut bersamanya beserta dengan penduduk Yatsrib yang sudah terlebih dahulu masuk Islam.
Mereka menjumpai Rasulullah di Aqabah pada suatu malam. Muhammad datang bersama pamannya Abbas bin Abdil Muthallib. Meskipun saat itu Abbas masih musyrik, namun ia ingin meminta jaminan keamanan keponakannya Muhammad, kepada orang-orang Yatsrib itu. Ketika itu, Abbas menjadi orang pertama yang angkat bicara kemudian disusul oleh Muhammad yang membacakan beberapa ayat Alquran dan menyerukan tentang Islam.
Kemudian orang-orang Yatsrib itu membaiat Muhammad. Isi baiatnya adalah, mereka akan mendengar dan taat, baik dalam perkara yang mereka sukai maupun yang mereka benci; Mereka akan berinfak, baik dalam keadaan sempit maupun lapang; Mereka akan beramar ma�ruf dan nahi munkar. Mereka juga berjanji agar mereka tidak terpengaruh celaan orang-orang yang mencela di jalan Allah; Dan mereka berjanji akan melindungi Muhammad sebagaimana mereka melindungi para wanita dan anak mereka sendiri.
Setelah baiat itu, Muhammad kembali ke Mekah untuk meneruskan dakwah. Kemudian ia mendapatkan gangguan dari kaum musyrikin kepada kaum muslimin yang dirasa semakin keras. Maka Muhammad memberikan perintah kepada kaum muslimin untuk berhijrah ke Yatsrib. Baik secara sendiri-sendiri, maupun berkelompok. Mereka berhijrah dengan sembunyi-sembunyi, sehingga kaum musyrikin tidak mengetahui kepindahan mereka. mch/yto
SUMBER :http://www.jurnalhaji.com/2009/12/12/mengunjungi-masjid-baiat-di-jamarat-mina/
Posted by Unknown
Posted by Unknown
Ibrahim as diperintahkan Allah swt membangun kembali Ka’bah. Ia memenuhi perintah itu dibantu putranya, Isma’il as. Saat hampir selesai mengerjakannya, Ibrahim as merasa ada yang kurang pada Ka’bah. Kemudian ia memerintakan putranya, “Pergilah engkau mencari sebuah batu lag
i yang akan aku letakkan di Ka’bah sebagai penanda bagi manusia.”
Isma’il as mematuhi perintah ayahnya. Ia pergi dari satu bukit ke bukit lain untuk mencari batu yang paling baik. Ketika sedang mencari, malaikat Jibril datang pada Ismâ’il as dan memberinya sebuah batu yang cantik. D
engan senang hati ia menerima batu itu dan segera membawa batu itu untuk diberikan pada ayahnya. Ibrahim as pun gembira dan mencium batu itu beberapa kali.
Kemudian Ibrahim as bertanya pada putranya, “Dari mana kamu peroleh batu ini?” Isma’il as menjawab, “Batu ini aku dapat
dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu.” Ibrahim as mencium batu itu lagi dan diikuti juga oleh Ismâ’il as.
Begitulah, sampai saat ini banyak yang berharap bisa mencium batu yang dinamai Hajar Aswad itu. Umar bin Khathab pernah menyampaikan bahwa Rasulullah saw sendiri pernah menciumnya. Saat Umar bin Khaththab berada di hadapan Hajar Aswad dan menciumnya
ia berkata, “Demi Allah, aku tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Saw menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.” [Hadits No. 228 Kitab Sahih Muslim].
Dalam perjalanan sejarah, batu ini telah mengalami banyak peristiwa. Batu ini pernah hilang dan pecah. Kementerian Urusan Keislaman, Wakaf, Dakwah dan Penyuluhan Kerajaan Arab Saudi dalam situsnya memberikan detail sejarah peletakan kembali Hajar Aswad ini sebagai berikut:
1. Yang pertama kali meletakkan Hajar Aswad adalah Nabi Ibrahim as. dan batu itu adalah permata yang berasal dari Surga.
2. Ketika Bani Bakar bin Abdi Manaf bin Kinanah bin Ghaisyan bin Khaza'ah mengusir keturunan Jurhum dari Meka
h, Amr bin Harits bin Madhadh Al Jurhumi keluar membawa dua patung emas kepala rusa dan Hajar Aswad dan dipendam di sumur Zamzam seterusnya mereka berangkat menuju Yaman.
3. Pemendaman Hajar Aswad di dalam sumur Kakbah tidak bertahan lama karena seorang wanita dari Khaza`ah memberitahukan kepada kaumnya bahwa dia melihat orang Jurhum memendam Hajar Aswad di sumur Zamzam. Kemudian mereka meletakkan Hajar Aswad kembali ke tempatnya. Hal ini terjadi sebelum pembangunan oleh Qushay bin Kilab.
4. Setelah Mekah dikuasai oleh suku Q
aramitah di bawah pimpinan Abu Tahir Al Qarmuthi, mereka membantai 1700 orang di Mesjidilharam, sebagian bergelantungan di Kakbah kemudian mereka memenuhi sumur Zamzam dengan mayat-mayat. Mereka merampas harta orang-orang dan perhiasan Kakbah, merobek-robek kiswah penutup Kakbah dan membagikannya kepada kawan-kawannya, merampok benda-benda berharga dalam Kakbah, melepas pintu Kakbah dan memerintahkan pula untuk mengambil talang emasnya. Pada tanggal 7 Zulhijah tahun 317 H. Abu Tahir Al Qarmuthi menduduki
Setelah itu tempat Hajar Aswad kosong. Orang-orang yang tawaf hanya meletakkan tangannya di tempatnya saja untuk mendapatkan berkahnya. Akhirnya Hajar Aswad dikembalikan ke tempatnya pada hari Selasa tanggal 10 Zulhijah tahun 339 H. setelah 22 tahun Kakbah kosong dari Hajar Aswad.
5. Pada tahun 363 H. datang seorang laki-laki dari Romawi. Saat ia mendekati
an memukulkannya dengan kuat ke pojok tempat Hajar Aswad hingga berbekas. Ketika ia akan mengulangi perbuatannya, seorang Yaman datang dan menikamnya sampai roboh.
6. Pada tahun 413 H. Bani Fatimiyah mengirim sebagian pengikutnya dari Mesir di bawah pimpinan Hakim Al Abidi, di antaranya ada seorang laki-laki yang berkulit merah dan berambut pirang serta berbadan tinggi besar, sebelah tangannya menghunus pedang sedang yang sebelah memegang pahat, lalu dipukulkannya ke Hajar Aswad sebanyak tiga kali hingga pecah dan berjatuhan, sambil berkata, "Sampai kapan Batu hitam ini disembah, sekarang tidak ada Muhammad atau Ali yang dapat melarangku dari perbuatanku, kini aku ingin menghancurkan Kakbah." Kemudian pasukan berkumpul untuk membunuh dia dan berikut para pembantunya.
7. Pada tahun 990 H. datang seorang laki-laki asing (bukan orang Arab) membawa sejenis kampak dan dipukulkannya ke Hajar Aswad, Pangeran Nashir menikamnya dengan belati hingga mati.
8. Di akhir bulan Muharram tahun 1351 H. datang seorang laki-laki dari
tukan bahan khusus yang digunakan untuk merekat batu pecahan Hajar Aswad yaitu berupa bahan kimia yang dicampur dengan minyak misik dan ambar.taq/berbagai sumber
Posted by Unknown
kebaikan lagi Maha Mengetahui.'' (QS Al-Baqarah (2) : 158).Posted by Unknown
Yaitu bangunan terbuka yang membentuk setengah lingkaran. Pada mulanya Hijir ismail membentuk lingkaran utuh, tetapi saat renovasi pada jaman Quraisy, maka separuh lingkarannya terpotong (sehingga dalam bahasa arab dinamakan Hathim, yaitu “yang terpotong”). Disitu pula Ibrahim menjadikannya sebagai rumah kecil dari batang-batang pepohonan yang berdahan lebat yang diperuntukan bagi Ismail dan ibunya, Hajar. Ini menunjukkan bahwa Hijir Ismail tersebut bukan merupakan bagian dari Ka’bah, sedangkan bagian lain yang terpotong dan yang dimasukan oleh Quraisy ketika merenovasi Ka’bah tidak diragukan lagi adalah justru bagian dari Ka’bah itu sendiri, dengan lebar kira-kira 3 m.Posted by Unknown
Sejak masa Rasulullah saw ketika memasuki Makkah pada tahun ke delapan Hijriah atau tahun al-Fath, Ka'bah sudah berselubung Kiswah (kain). Kiswah di Ka'bah tersebut dibiarkan saja tanpa diganti, hingga terjadi peristiwa terbakarnya Kiswah oleh seorang perempuan yang sedang membuat harum-haruman di sekitar Ka'bah. Melihat ini Nabi Muhammad saw memerintahkan mengganti Kiswah dari Yaman. Maka dicatat dalam sejarah Kiswah bahwa yang pertama kali menyiapkanya adalah As'ad Ab Karb al-Humairi.
masa Khalifah Al-Mahdi dari Dinasti Abbas memerintahkan untuk memasang Kiswah hanya satu saja, hal ini yang terus dilakukan hingga kini, setiap tahun diganti.
Posted by Unknown
Multazam merupakan dinding Ka'bah yang terletak di antara Hajar Aswad dengan pintu Ka'bah. Tempat ini merupakan tempat utama dalam berdoa, yang dipergunakan oleh jamah Haji dan Umroh untuk berdoa/ bermunajat kepada Allah SWT setelah selesai melakukan Tawaf.اللهم لك الحمد حمدا يوافي نعمك، ويكافيء مزيك، أحمدك بجميع محامدك، ما علمت منها وما لم أعلم على جميع نعمك ما علمت منها وما لم أعلم وعلى كل حال.
اللهم صل وسلم على محمد وعلى آل محمد، اللهم أعذني من الشيطان الرجيم، وأعذني من كل سوء، وقنعني بما رزقنتي وبارك لي فيه
اللهم اجعلني من أكرم وفدك عليك، وألزمني سبل الاستقامة حتى ألقاك يا رب العالمين
Posted by Unknown
eras yang berupa batuan beku Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit) memang agak jarang dijumpai di Indonesia atau di Jawa, tetapi sangat banyak dijumpai di Jazirah Arab. Pada bagian atas batuan ini dijumpai rekahan-rekahan yang juga memiliki kandungan air. Dulu ada yang menduga retakan ini menuju laut Merah. Tetapi tidak ada (barangkali saja saya belum menemukan) laporan geologi yang menunjukkan hal itu.
urvey) luas cekungan yang mensuplai sebagai daerah tangkapan ini seluas 60 Km2 saja, tentunya tidak terlampau luas sebagai sebuah cekungan penadah hujan. Sumber air Sumur Zam-zam terutama dari air hujan yang turun di daerah sekitar Makkah.
ah lembah yang memanjang. Masjidil haram berada di bagian tengah diantara perbukitan-perbukitan disekitarnya. Luas area tangkapan yang hanya 60 Km persegi ini tentunya cukup kecil untuk menangkap air hujan yang sangat langka terjadi di Makkah, sehingga memerlukan pengawasan dan pemeliharaan yang sangat khusus.
m ini, sekali lagi dalam pandangan (ilmiah) hidrogeologi , hanyalah seperti sumur gali biasa. Tidak terlalu istimewa dibanding sumur-sumur gali lainnya. Namun karena sumur ini bermakna religi, maka perlu dijaga. Banyak yang menaruh harapan pada air sumur ini karena sumur ini dipercaya membawa berkah. Ada yang menyatakan sumur ini juga bisa kering kalau tidak dijaga. Bahkan kalau kita tahu kisahnya sumur ini diketemukan kembali oleh Abdul Muthalib (kakeknya Nabi Muhammad SAW) setelah hilang terkubur 4000 tahun (?).
Pada tahun 1971 dilakukan penelitian (riset) hidrologi oleh seorang ahli hidrologi dari Pakistan bernama Tariq Hussain and Moin Uddin Ahmed. Hal ini dipicu oleh pernyataan seorang doktor di Mesir yang menyatakan air Zamzam tercemar air limbah dan berbahaya untuk dikonsumsi. Tariq Hussain (termasuk saya dari sisi hidrogeologi) juga meragukan spekulasi adanya rekahan panjang yang menghubungkan laut merah dengan Sumur Zam-zam, karena Makkah terletak 75 Kilometer dari pinggir pantai. Menyangkut dugaan doktor mesir ini, tentusaja hasilnya menyangkal pernyataan seorang doktor dari Mesir tersebut, tetapi ada hal yang lebih penting menurut saya yaitu penelitian Tariq Hussain ini justru akhirnya memacu pemerintah Arab Saudi untuk memperhatikan Sumur Zamzam secara moderen. Saat ini banyak sekali gedung-gedung baru yang dibangun disekitar Masjidil Haram, juga banyak sekali terowongan dibangun disekitar Makkah, sehingga saat ini pembangunannya harus benar-benar dikontrol ketat karena akan mempengaruhi kondisi hidrogeologi setempat.
ke kran-kran yang ada di sekitar sumur zamzam.
nakan truk tangki diantaranya ke Masjidil Nabawi di Madinah Al-Munawarrah.Posted by Unknown


