"Kami hadir untuk kenyamanan ibadah ANDA


KISWAH dan Rukun Ka'bah  

Posted by Unknown


Sejak masa Rasulullah saw ketika memasuki Makkah pada tahun ke delapan Hijriah atau tahun al-Fath, Ka'bah sudah berselubung Kiswah (kain). Kiswah di Ka'bah tersebut dibiarkan saja tanpa diganti, hingga terjadi peristiwa terbakarnya Kiswah oleh seorang perempuan yang sedang membuat harum-haruman di sekitar Ka'bah. Melihat ini Nabi Muhammad saw memerintahkan mengganti Kiswah dari Yaman. Maka dicatat dalam sejarah Kiswah bahwa yang pertama kali menyiapkanya adalah As'ad Ab Karb al-Humairi.

Sejak perintah Rasullah saw itu mulailah hal ini diikuti oleh para Khalifah setelah beliau, mulai dari Abu Bakar As-Shidiq, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan, sedangkan Ali bin Abi Thalib tidak sempat memberikan Kiswah untuk Ka'bah Karena kesibukannya dalam berperang. Penempatan Kiswah ini pada masa Khalifah dan raja-raja dengan saling tutup-mentutupi, sehingga nampak Kiswah bertumpukan, pada
masa Khalifah Al-Mahdi dari Dinasti Abbas memerintahkan untuk memasang Kiswah hanya satu saja, hal ini yang terus dilakukan hingga kini, setiap tahun diganti.


Rukun Ka'bah

Rukun yang dimaksud disini adalah rukun yang arti harfiahnya “Sudut atau Pojok”. Dalam pengertian itulah keempat sudut Ka'bah diberi nama Rukun Aswad, Rukun Iraqi, Rukun Syami, dan Rukun Yamani.

Rukun Yamani dan Rukun Aswad disebut juga “dua rukun Yamani” karena kedua rukun ini menghadap ke arah negeri Yaman. Rukun Aswad lebih dikenal dengan Hajar Aswad atau Batu Hitam. Rukun ini dipandang sebagai rukun yang paling penting dan dimuliakan disisi Allah swt, karena memiliki nilai sangat istimewa. Para jamaah Haji biasanya mencium dan mengusap Hajar Aswad. Berdasarkan sabda Rasulullah saw, “Saya tidak pernah mendatanginya melainkan Jibril berdiri di sisinya, memintakan ampun bagi setiap orang yang mengecupnya.”

Rukun ini memiliki empat keutamaan, yaitu:(1) Rukun ini dibangun persis di atas rukun aslinya atau di atas pondasi yang dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim as. (2) Tempat diletakanya batu Hajar Aswad. (3) Tempat untuk memulai dan mengakhiri ibadah Thawaf. (4) Merupakan salah satu tempat berdoa yang paling mustajab.

Rukun Iraqi dan Rukun Syami disebut juga “dua Rukun Syamiani”. Disebut Syamiani karena keduanya mengarah ke negeri Syam yang sekarang meliputi semua negara yang teletak dipantai timur Laut Tengah, seperti Yordania, Palestina, Suriah dan Lebanon.

Ka’bah bukanlah sekedar bangunan sederhana yang berbentuk kubus dan kosong, tetapi Ka’bah merupakan manifestasi dari kesucian dan penyerahan diri kepada Allah swt. Disana kita akan menangis dan merintih atas ribuan dan bahkan jutaan kaum muslimin yang berdatangan dari segala penjuru dunia untuk melaksanakan ibadah haji, menjalankan shalat, bermunajat, dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran, karena semua itu adalah perwujudan komunikasi kita dengan Tuhan Pencipta Alam Semesta.

Wassalam,
Dari berbagai sumber


MULTAZAM  

Posted by Unknown

Multazam merupakan dinding Ka'bah yang terletak di antara Hajar Aswad dengan pintu Ka'bah. Tempat ini merupakan tempat utama dalam berdoa, yang dipergunakan oleh jamah Haji dan Umroh untuk berdoa/ bermunajat kepada Allah SWT setelah selesai melakukan Tawaf.
Saat bermunajat di depan Multazam ini,
Jarang orang tidak meneteskan air mata di sini, terharu karena kebesaran Illahi.Multazam ini insya Allah merupakan tempat yang mustajab dalam berdoa, insya Allah doa dikabulkan oleh Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda, "Antara Rukun Hajar Aswad dan Pintu Ka'bah, yang disebut Multazam. Tidak seorangpun hamba Allah yang berdoa di tempat ini tanpa terkabul permintaannya"

Doa ketika di Multazam

اللهم لك الحمد حمدا يوافي نعمك، ويكافيء مزيك، أحمدك بجميع محامدك، ما علمت منها وما لم أعلم على جميع نعمك ما علمت منها وما لم أعلم وعلى كل حال.

Artinya, "Ya Allah, segala puji bagi-Mu yang memenuhi segala nikmat-Mu dan mencukupi segala tambahan-Mu. Aku memuji-Mu dengan segala pujian-pujian untuk-Mu, yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui, atas segala nikmat-Mu yang aku ketahui atau yang tidak aku ketahui, dan atas segala keadaan."

اللهم صل وسلم على محمد وعلى آل محمد، اللهم أعذني من الشيطان الرجيم، وأعذني من كل سوء، وقنعني بما رزقنتي وبارك لي فيه

Artinya, "Ya Allah, salawat (keselamatan) atas Muhammad saw. dan keluarga Muhammad saw. Ya Allah, lindungilah aku daripada syaitan yang terkutuk dan lindungilah aku dari segala keburukan dan jadikanlah aku puas dengan apa yang telah Engkau berikan kepadaku dan berilah aku keberkahan padanya."

اللهم اجعلني من أكرم وفدك عليك، وألزمني سبل الاستقامة حتى ألقاك يا رب العالمين

Artinya, "Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang paling mulia di antara utusan-utusan yang datang kepada-Mu, dan tetapkanlah aku pada jalan-jalan yang lurus sampai aku menemui-Mu, ya Allah, Tuhan sekalian alam."

Sumber:
Al Isalam dan artikel terkait

Sumur Zam-zam  

Posted by Unknown

Dimensi dan Profil Sumur Zam-zam

Bentuk sumur Zam-zam dapat dilihat dibawah ini.
Sumur ini memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Hingga kedalaman 13.5 meter teratas menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini berisi batupasir hasil transportasi dari lain tempat. Mungkin saja dahulu ada lembah yang dialiri sungai yang saat ini sudah kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya.

Dibawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m) lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zam-zam.
Kedalaman 17 meter kebawah selanjutnya, sumur ini menembus lapisan batuan keras yang berupa batuan beku Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit) memang agak jarang dijumpai di Indonesia atau di Jawa, tetapi sangat banyak dijumpai di Jazirah Arab. Pada bagian atas batuan ini dijumpai rekahan-rekahan yang juga memiliki kandungan air. Dulu ada yang menduga retakan ini menuju laut Merah. Tetapi tidak ada (barangkali saja saya belum menemukan) laporan geologi yang menunjukkan hal itu.
Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11 – 18.5 liter/detik, hingga permenit dapat mencapai 660 liter/menit atau 40 000 liter per jam. Celah-celah atau rekahan ini salah satu yang mengeluarkan air cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang kearah hajar Aswad dengan panjang 75 cm denga ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil kearah Shaffa dan Marwa.
Keterangan geometris lainnya, celah sumur dibawah tempat Thawaf 1.56 m, kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari bibir sumur = 4 m, kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur 17 m, dan diameter sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter.

Air hujan sebagai sumber berkah

Kota Makkah terletak di lembah, menurut SGS (Saudi Geological S
urvey) luas cekungan yang mensuplai sebagai daerah tangkapan ini seluas 60 Km2 saja, tentunya tidak terlampau luas sebagai sebuah cekungan penadah hujan. Sumber air Sumur Zam-zam terutama dari air hujan yang turun di daerah sekitar Makkah.
Sumur ini secara hydrologi hanyalah sumur biasa sehingga sangat memerlukan perawatan. Perawatan sumur ini termasuk menjaga kualitas higienis air dan lingkungan sumur serta menjaga pasokan air supaya mampu memenuhi kebutuhan para jamaah haji di Makkah. Pembukaan lahan untuk pemukiman di seputar Makkah sangat ditata rapi untuk menghindari berkurangnya kapasitas sumur ini.
Gambar disebelah ini memperlihatkan lokasi sumur Zamzam yang terletak ditengah lembah yang memanjang. Masjidil haram berada di bagian tengah diantara perbukitan-perbukitan disekitarnya. Luas area tangkapan yang hanya 60 Km persegi ini tentunya cukup kecil untuk menangkap air hujan yang sangat langka terjadi di Makkah, sehingga memerlukan pengawasan dan pemeliharaan yang sangat khusus.
Nah tulisan kedua nanti akan dodongengkan tentang monitoring dan pengawasan serta pemeliharaan kualitas air termasuk menjaga apa saja isi kandungan air Zamzam.


Rahasia Sumur Zamzam

Sumur Zamza
m ini, sekali lagi dalam pandangan (ilmiah) hidrogeologi , hanyalah seperti sumur gali biasa. Tidak terlalu istimewa dibanding sumur-sumur gali lainnya. Namun karena sumur ini bermakna religi, maka perlu dijaga. Banyak yang menaruh harapan pada air sumur ini karena sumur ini dipercaya membawa berkah. Ada yang menyatakan sumur ini juga bisa kering kalau tidak dijaga. Bahkan kalau kita tahu kisahnya sumur ini diketemukan kembali oleh Abdul Muthalib (kakeknya Nabi Muhammad SAW) setelah hilang terkubur 4000 tahun (?).
Dahulu diatas sumur ini terdapat sebuah bangunan dengan luas 8.3 m x 10.7 m = 88.8 m2. Antara tahun 1381-1388 H bangunan ini ditiadakan untuk memperluas tempat thawaf. Sehingga tempat untuk meminum air zamzam dipindahkan ke ruang bawah tanah. Dibawah tanah ini disediakan tempat minum air zam-zam dengan sejumlah 350 kran air (220 kran untuk laki-laki dan 130 kran untuk perempuan), ruang masuk laki perempuan-pun dipisahkan.
Saat ini bangunan diatas sumur Zam-Zam yang terlihat gambar diatas itu sudah tidak ada lagi, bahkan tempat masuk ke ruang bawah tanah inipun sudah ditutup. Sehingga ruang untuk melakukan ibadah Thawaf menjadi lebih luas. Tetapi kalau anda jeli pas Thawaf masih dapat kita lihat ada tanda dimana sumur itu berada. Sumur itu terletak kira-kira 20 meter sebelah timur dari Ka’bah.

Montoring dan pemeliharaan sumur Zamzam

Jumlah jamaah ke Makkah tiga puluh tahun lalu hanya 400 000 pertahun (ditahun 1970-an), terus meningkat menjadi lebih dari sejuta jamaah pertahun di tahun 1990-an, Dan saat ini sudah lebih dari 2.2 juta. Tentunya diperlukan pemeliharaan sumur ini yang merupakan salah satu keajaiban dan daya tarik tersendiri bagi jamaah haji.
Pemerintah Saudi tentunya tidak dapat diam pasrah saja membiarkan sumur ini dipelihara oleh Allah melalui proses alamiah. Namun pemerintah Arab Saudi yang sudah moderen saat ini secara ilmiah dan saintifik membentuk sebuah badan khusus yang mengurusi sumur Zamzam ini. Sepertinya memang Arab Saudi juga bukan sekedar percaya saja dengan menyerahkan ke Allah sebagai penjaga, namun justru sangat meyakini manusialah yang harus memelihara berkah sumur ini.
Pada tahun 1971 dilakukan penelitian (riset) hidrologi oleh seorang ahli hidrologi dari Pakistan bernama Tariq Hussain and Moin Uddin Ahmed. Hal ini dipicu oleh pernyataan seorang doktor di Mesir yang menyatakan air Zamzam tercemar air limbah dan berbahaya untuk dikonsumsi. Tariq Hussain (termasuk saya dari sisi hidrogeologi) juga meragukan spekulasi adanya rekahan panjang yang menghubungkan laut merah dengan Sumur Zam-zam, karena Makkah terletak 75 Kilometer dari pinggir pantai. Menyangkut dugaan doktor mesir ini, tentusaja hasilnya menyangkal pernyataan seorang doktor dari Mesir tersebut, tetapi ada hal yang lebih penting menurut saya yaitu penelitian Tariq Hussain ini justru akhirnya memacu pemerintah Arab Saudi untuk memperhatikan Sumur Zamzam secara moderen. Saat ini banyak sekali gedung-gedung baru yang dibangun disekitar Masjidil Haram, juga banyak sekali terowongan dibangun disekitar Makkah, sehingga saat ini pembangunannya harus benar-benar dikontrol ketat karena akan mempengaruhi kondisi hidrogeologi setempat.

Badan Riset sumur Zamzam yang berada dibawah SGS (Saudi Geological Survey) bertugas untuk

o Memonitor dan memelihara untuk menjaga jangan sampai sumur ini kering.
o Menjaga urban disekitar Wadi Ibrahim karena mempengaruhi pengisian air.
o Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area).
o Memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui
bangunan kontrol.
o Meng-upgrade pompa dan dan tangki-tangki penadah.
o Mengoptimasi supplai dan distribusi air Zam-zam


Perkembangan perawatan sumur Zamzam

Dahulu kala, zamzam diambil dengan gayung atau timba, namun kemudian dibangunlah pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air, dan diantaranya juga
ke kran-kran yang ada di sekitar sumur zamzam.
Uji pompa (pumping test) telah dilakukan pada sumur ini, pada pemompaan 8000 liters/detik selama lebih dari 24 jam (note: perlu referensi angka yang lebih sahih) memperlihatkan permukaan air sumur dari 3.23 meters dibawah permukaan menjadi 12.72 meters dan kemudian hingga 13.39 meters. Setelah itu pemompaan dihentikan permukaan air ini kembali ke 3.9 meters dibawah permukaan sumur hanya dalam waktu 11 minut setelah pompa dihentikan. Sehingga dipercaya dengan mudah bahwa akifer yang mensuplai air ini berasal dari beberapa celah (rekahan) pada perbukitan disekitar Makkah.
Banyak hal yang sudah dikerjakan pemerintah Saudi untuk memelihara Sumur ini antara lain dengan membentuk badan khusus pada tahun 1415 H (1994). dan saat ini telah membangun saluran untuk menyalurkan air Zam-zam ke tangki penampungan yang berkapasitas 15.000 m3, bersambung dengan tangki lain di bagian atas Masjidil Haram guna melayani para pejalan kaki dan musafir. Selain itu air Zam-zam juga diangkut ke tempat-tempat lain menggu
nakan truk tangki diantaranya ke Masjidil Nabawi di Madinah Al-Munawarrah.
Saat ini sumur ini dilengkapi juga dengan pompa listrik yang tertanam dibawah (electric submersible pump). Kita hanya dapat melihat foto-fotonya saja seperti diatas. Disebelah kanan ini adalah drum hidrograf, alat perekaman perekaman ketinggian muka air sumur Zamzam (Old style drum hydrograph used for recording levels in the Zamzam Well).

Kandungan mineral

Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam in memang unik mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Elemen-elemen kimiawi yang terkandng dalam air Zamzam dapat dikelompokkan menjadi
o Yang pertama, positive ions seperti misal sodium (250 mg per litre), calcium (200 mg per litre), potassium (20 mg per litre), dan magnesium (50 mg per litre).
o Kedua, negative ions misalnya sulphur (372 mg per litre), bicarbonates (366 mg per litre), nitrat (273 mg per litre), phosphat (0.25 mg per litre) and ammonia (6 mg per litre).
Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi inilah yang menjadikan rasa dari air Zamzam sangat khas dan dipercaya dapat memberikan khasiat khusus. Air yang sudah siap saji yang bertebaran disekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah merupakan air yang sudah diproses sehingga sangat aman dan segar diminum, ada yang sudah didinginkan dan ada yang sejuk (hangat). Namun konon proses higienisasi ini tidak menggunakan proses kimiawi untuk menghindari perubahan rasa dan kandungan air ini.

Sumber :

o “Sejarah Mekah”, Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Madinah Munawwarah, alih bahasa
Anang Rizka Mesyhadi.
o Saudi Geological Survey
o Islam online
o http://www.lutonmuslims.co.uk/zamzam.

"اللهمّ حبّب إلينا المدينة"  

Posted by Unknown

Ya Allah jadikanlah kami mencintai kota Madinah


Blogroll

Followers

Iran Laksanakan Ibadah Haji di kota Qum

Iran akan adakan haji model baru pada tahun 2010, haji ekonomis. Disebut ekonomis karena haji ini tidak memerlukan biaya lebih karena dilaksanakan di Kota Qum, Iran, bukan di Makkah, Saudi Arabia. Read More...: DISINI

Recent Posts

KAMI MELAYANI

Informasi dan Reservasi Hotel di Madinah, Makkah dan Jeddah, Paket Umrah, Catering Umra dan Hajj, LA Jeddah to Jeddah dan oleh-oleh khas Saudi Arabia ( Tasbih KOKA asli Turky, Parfum asli Madinah Dll-nya) contat Person: Yuda Sugiharta Bt, Mobile :+966 596700208, E_mail :yuda.sbt@gmail.com
http://www.widgipedia.com/widgets/customize/SHAFIALLAH/SHAFIALLAHs-Podcast_2029.html

Click here to Download a Quran in your Language!


blogger_12



Gratisan Musik